definisi komunikasi nonverbal :
komunikasi nonverbal adalah tindakan-tindakan manusia yang secara sengaja dikirimkan dan di interprestasikan seperti tujuannya dan memiliki potensi akan adanya umpan balik dari yang menerimanya.
Batasan umum komunikasi nonverbal :
1. Komunikasi nonverbal berada dalam konteks
suatu perilaku non verbal yang sama mungkin akan mempunyai makna yag berbeda, ketika ia muncul dalam konteks yang berbeda .
2. Perilaku nonverbal adalah perilaku yang normal .
berbagai bentuk perilaku nonverbal seperti gerak, mimik wajah, gerakan-gerakan tubuh, gerak otot, berkeringat, menguap dan wajah mmerah terjadi sebagai bentuk-bentuk perilaku yang normal.
3. Tindakan-tindakan nonverbal saling teintegrasi
seluruh bagian dari tubuh secara normal bekerja sama-sama mengkomunikasikan makna-makna tertentu.
4. Pesan verbal dan tindakan nonverbal saling terintegrasi
Didaalam suatu pesan komunikasi, perilaku nonverbal saling terkait dengan pesan-pesan verbal yang menyertainya .
5. Pesan komunikasi nonverbal bermakna rangkap
perilaku nonverbal dapat bermakna rangkap dan karenanya bersifat kontraktif .
6. Perilsku nonverbal selalu dikomunikasikan
semua gerakan yang kita lakukan dalam hubungannya dengan orang lain selalu dikomunikasika, diterima dan diinterprestasikan.
7. Komunikasi nonverbal berada dalam suatu aturan
di dalam komunikasi nonverbal atau bahasa , terdapat aturan-aturan yang mudah dikenal. seperti intonasi, makna, struktur bahasa, dan hubungan-hubungan kalimat.
8. Komunikasi nonverbal sangat menentukan
pada dasarnya semua pesan didorong oleh hal-hal tertentu .
9. Perilaku nonverbal sangat terpercaya
kita akan cepat terpercaya terhadap perilaku nonverbal apabila perilaku ini bertolak belakang dengan pesan yang mngikutinya .
10. Perilaku nonverbal adalah metakomunikasi
metakomunikasi adalah komunikasi yang berkaitan dengan komunikasi-komunikasi lainnya .
B. PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL
Bahwa antara komunikasi verbal dan nonverbal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dalam arti. Kedua bahasa tersebut bekerja bersama-sama untuk menciptakan suatu makna. Namun, keduanya juga memiliki perbedan-perbedaan. Dalam pemikiran Don Stacks dan kawan-kawan, ada tiga yaitu
- Kesengajaan(intentinolity):
Satu perbedaan utama antara komunikasi verbal dan nonverbal adalah prsepsi
mengenai niat (intent) pada umumnya niat ini menjadi lebih penting ketika kita
membicarakan lambang atau kode verbal > Michael Burgoon dan Michael Ruffner
menegaskan bahwa sebuah pesan verbal adalah komunikasi kalu pesan tersebut a) dikirimkan oleh sumber dengan sengaja dan b) diterima oleh penerima secara sengaja pula
- Perbedaan –perbedaan simbolik (symbolic differences):
Kadang – kadang niat atau intent ini dapat dipahami karena beberapa damapak
simbolik dari komunikasi kita. Misalnya, pemakai pakain dengan warna atai model
tertentu, mungkin akan dipahami sebagai suatu ‘pesan’ oleh orang lain (misalnya berpakain hitam dengan warna hitam akan diberi makna sebagai ungkapan ikut berduka cita)
Mehabarian menjelaskan bahwa komunikasi verbal dipandang lebih eksplisit dibanding bahasan nonverbal yang bersifat implisit. Artinya, isyarat-isyarat verbal dapat didefinisikan melalui sebuah kamus yang eksplisit dan lewat aturan sintaksis (kalimat) namun hanya ada penjelasan yang samar samar dan informal mengenai signifikasi beragam perilaku nonverbal.
Komunikasi verbal lebih spesifik dari bahasa nonverbal, dalam arti ia dapat dipakai untuk membedakan hal-hal yang sama dalam sebuah cara yang berubah ubah, sedangkan bahasa nonverbal lebih mengarah kepada reaksi reaksi alami seperti persaan atau emosi
- Mekanisme pemrosesan (processing mechanism):
Perbedaan ketiga antara komunikasi verbal dan nonverbal berkaitan dengan bagaimana kita memproses informasi. Semua informasi termasuk komunikasi diproses melalui otak, kemudian otak kita menafsirkan informasi ini lewat pikiran yang berfungsi mengendalikan perilaku perilaku fisiologis (refleks) dan sosiologi (perilaku yang dipelajari dan perilaku social).
Aturan – aturan yang ada ketika kita berkomunikasi secra nonverbal adalah lebih sederhana dibanding komunikasi verbal yang mempersyaratkan aturan – aturan tata bahasa dan sintaksi . komunikasi nonverbal secara tipikal diekspresikan pada saat tindak komunikasi berlangsung .
C. JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL DAN FUNGSINYA
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
C. JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL DAN FUNGSINYA
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress
Tidak ada komentar:
Posting Komentar